Terorisme yang selalu dikaitkan dengan Islam

 


Pada kesempatan kali ini saya sebagai penulis ingin membahas tentang kejadian yang baru-baru ini terjadi atau kejadian yang sedang hangat hangatnya dibicarakan pada masa ini. Pada masa ini sedang maraknya kejadian terorisme yang dilakukan oleh perorangan maupun berkelompok.

Apasih terorisme itu?

Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik, atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.

Apasih yang menyebabkan seseorang menjadi teroris?

Tindakan terorisme berasal dari kebencian, Kebencian disebabkan oleh prasangka, Prasangka terhadap kelompok tertentu adalah rasisme, Teroris menganggap keberadaan kelompok tertentu sebagai penjajah asing yang mengancam keberadaan rasnya, Kebencian ekstrem disebabkan oleh rasa takut. Rasa takut tersebut menciptakan keyakinan negatif terhadap kelompok lain dan membenarkan tindakan mereka. Ironisnya, kebencian ekstrem muncul akibat kebutuhan mereka untuk merasa dimiliki. Mereka memproyeksikan atau menyalurkan kebenciannya pada orang lain, Kebencian adalah ketidakmampuan mengontrol emosi. Teroris yang memiliki kebencian ekstrem tak hanya karena faktor psikologis. Untuk itu, perlu adanya pendidikan tentang keberagaman sejak usia dini. Tak ada manusia yang terlahir sebagai rasis atau teroris.

Apasih tujuan terorisme itu?

Baru-baru ini Ali Imron selaku terpidana kasus terorisme membongkar habis tujuan besar teroris yang ada di Indonesia.

Menurutnya, teroris di Indonesia dibagi menjadi dua yaitu teroris yang berafiliasi dengan Al Qaeda dan yang kedua yang berafiliasi dengan ISIS.

“Kalau membicarakan masalah teroris, kita harus tahu sekarang ini bahwa teroris itu dibagi berapa toh? Sekarang ini kalau saya simpulkan bahwa teroris siapa mereka dibagi dua,”

“Yaitu teroris yang sama afiliasinya sama dengan Al Qaeda, yang satu lagi sama afiliasinya sama dengan ISIS,” lanjutnya.

Selanjutnya, Ali Imron menjelaskan dua tujuan besar teroris di Indonesia, yang inti dari dua tujuan tersebut untuk membangun negara Islam bagaimana pun caranya.

“Tujuan utama, pertama mendirikan negara Islam atau khilafah. Kedua, melaksanakan kewajiban jihad fii sabilillah. Jangka panjangnya adalah mendirikan negara khilafah atau negara Islam,” pungkasnya.

Ali Imron juga menjelaskan bagaimana pemahaman kelompok teroris untuk mewujudkan negara Islam atau negara khilafah.

Kasus terorisme yang baru baru ini terjadi di gerbang Gereja Katedral Makasar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) pukul 10.30 WITA. Pada peristiwa ini pelaku teror bom bunuh diri tidak sendiri, pelaku bom bunuh diri   adalah pasangan suami istri yang diidentifikasikan sebagai L dan YSF. Identifikasi keduanya dilakukan Tim Inafis Polrestabes Makassar dan Tim Labfor Mabes Polri. Keduanya masih muda dan disebut polisi sebagai "milenial". L dan YSF berboncengan mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi DD 5984 MD. Identifikasi sebagai suami isteri didapat polisi dari keterangan Rizaldi. Rizaldi menikahkan L dan YSF pada September 2020. Rizaldi ditangkap polisi pada Januari 2021. Rizaldi ditangkap bersama Zulfikar, menantunya yang tewas ditembak polisi. Menurut keterangan polisi, Rizaldi bersama Zulfikar adalah anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang diidentifikasi terkait bom Jolo di Filipina, 2018. Terkait pasangan suami isteri ini, polisi menyebut L dan YSF bertugas sebagai pemberi doktrin, mempersiapkan jihad dengan bom bunuh diri dan membeli bahan untuk bom bunuh diri. Polisi mendapati bukti, L dan YSF kerap hadir dalam pengajian di Villa Mutiara, Cluster Biru, Makassar dan memberikan doktrin jihad sebelum mempersiapkan bom bunuh diri.   Bom bunuh diri dipersiapkan secara tepat terkait pemilihan waktu. Pukul 10.30 saat bom bunuh diri itu meledak dan menewaskan L dan YSF adalah waktu peralihan jadwal misa Minggu Palma antara misa kedua dan ketiga. Dalam tradisi Gereja Katolik, Minggu Palma adalah awal dari rangkaian Pekan Suci menuju Paskah yang akan jatuh pada 4 April 2021. Pekan Suci terdiri dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu Paskah.  Di semua rangkaian Pekan Suci itu, misa kedua biasanya dihadiri paling banyak umat karena tidak terlalu awal dan tidak terlalu larut. Karena pandemi, jumlah umat yang hadir dibatasi. Untuk Minggu Palma di Gereja Katedral, misa kedua berakhir sekitar pukul 10.00 dan misa ketiga dimulai pukul 11.00. Pada waktu peralihan saat umat keluar dan masuk gereja, bom bunuh diri direncanakan oleh pasangan L dan YSF. Rencana jahat L dan YSF untuk meledakkan diri di area Gereja Katedral Makasaar saat peralihan waktu misa digagalkan petugas keamanan yang menaruh curiga. Gagal masuk gerbang gereja yang dijaga petugas, L dan YSF tertahan sejenak lalu meledak.L dan YSF tewas. Belasan korban termasuk petugas keamanan gereja mengalami luka-luka termasuk luka bakar. Setelah bom  bunuh diri itu, polisi menangkap empat orang yang ada dalam jaringan bom bunuh diri ini. Kempatnya diidentifikasi sebagai AS, SAS, MR dan Aa. Keempatnya adalah warga Bima, Nusa Tenggara Barat.

Kenapa setiap kejadian terorisme paradigma masyarakat itu menganggap bahwa yang melakukan hal tersebut adalah umat islam?

Menurut saya paradigma pelaku terorisme itu adalah umat Islam dapat timbul karena kebanyakan para oknum yang melakukan tindakan terorisme itu dia membawa bukti bahwa dia adalah seorang umat Islam contohnya oknum yang pada ktpnya bertuliskan beragama Islam, nah karena hal tersebut kemudian masuklah ke berita dan menyebar luas, kemudian muncul anggapan bila setiap kejadian terorisme pelakunya adalah umat Islam. Menurutku oknum tersebut memang mengakui dirinya sebagai umat Islam tetapi umat islam yang melenceng dari ajaran agama yang semestinya, seperti pada zaman dahulu yaitu ada kaum khawarij dan Syiah. Menurutku teroris yang sedang maraknya terjadi sekarang awal mulanya dari kaum Khawarij dan Syiah yang melenceng dari ajaran yang seharusnya. Padahal agama Islam sama sekali tidak mengajarkan untuk menyakiti umat lainnya apalagi sampai membunuh atau menghilangkan nyawa seseorang. Karena pada agama islam juga dilarang untuk membunuh orang kafir.

Membunuh manusia dengan tanpa alasan yang dibenarkan syari’at merupakan dosa besar. Allâh Subhanahu wa Ta’ala telah melarang dengan firman-Nya: وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allâh (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. [al-Isrâ`/17:33].

Orang Kafir itu ada dua golongan (dalam pandangan agama Islam)

1. Kafir Harbi, yaitu kafir yg menjadi musuh Allah, musuh Rasulullah, dan musuh kaum Muslimin. Kafir ini selalu membenci Islam, dan senantiasa menumpahkan darah kaum Muslimin.

Mereka tidak henti-hentinya memerangi umat Islam, menyiksa, membunuh, membantai, dsb.

 

Artinya : "Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berakhir. Demikianlah apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yang lain. Dan orang-orang yang syahid pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka." (QS. Muhammad : 4)

Terhadap kafir jenis ini, maka membalas perlakuan mereka dengan memerangi mereka adalah kewajiban yang mesti segera dilakukan. Namun karena saat ini Islam tidak memiliki negara (Khilafah Islamiyah), maka keadaan kaum Muslimin sangat menyedihkan, karena tak ada yang membela

2. Kafir dzimmi, yaitu kafir yang tidak memusuhi Islam, sebaliknya, mereka adalah kafir yang tunduk kepada aturan negara Khilafah sebagai warga negara, meskipun mereka tetap dalam agama mereka.

 

Terhadap kafir jenis ini, tak ada masalah, justru negara Khilafah melindungi mereka. Hak dan kewajiban mereka sama dengan kaum Muslim.

 

Artinya :"Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari Kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk." (QS. At Taubah : 29)

Nah dari penjelasan di atas saya ingin memperjelas bahwa pada zaman ini memang ada orang yang dianggap kafir oleh umat Islam, tetapi orang kafir tersebut tidak menjadi musuh umat Islam, orang kafir seperti ini tidak boleh dibasmi atau diperangi karena dia juga berhak untuk memilih agamanya sendiri dan menentukan pilihannya karena pada ayat Al-Qur’an surat al-Kafirun ayat ke enam yang berbunyi

 لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ

yang artinya  “untukmu agamamu dan untukku agamaku”.

Dan agama Islam tidak diajarkan untuk memaksa seseorang untuk memeluk agama islam, pada surat Al-Baqarah ayat 256

لَآ اِكْرَاهَ فِى الدِّيْنِۗ قَدْ تَّبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَّكْفُرْ بِالطَّاغُوْتِ وَيُؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗوَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

Terjemahan

Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Hal apa yang bisa kita lakukan sebagai umat Islam untuk merubah paradigma yang sudah ada, bahwa setiap kejadian terorisme pelakunya adalah umat Islam?

1. Kita sebagai umat Islam bisa memulainya dari diri kita sendiri, dengan mengubah diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.

2. Kita sebagai umat Islam harus bisa menunjukkan dan meyakinkan masyarakat bahwa umat Islam tidak diajarkan utnuk menjadi seorang teroris, dengan cara kita bisa saling tolong dan berbuat baik sesama manusia tanpa membeda bedakan agama, karena pada agama Islam juga tidak ada larangan untuk berbuat baik pada umat agama lain.

3. Kita sebagai umat Islam bisa menggunakan sarana komunikasi dan media massa untuk menyampaikan berita yang sebenarnya terjadi (apabila ada pihak yang ingin mengadu domba), misalnya ada kelompok yang bertujuan mengadu domba agama Islam dengan agama yang lainnya dan kelompok tersebut mengirim seseorang untuk melakukan bom bunuh diri dengan membawa identitas agama Islam. Nah karena hal tersebut kita sebagai umat islam bila tau kebenarannya bisa menyampaikan lewat sarana komunikasi agara masyarakat mengetahuinya.

4. Kita harus mensosialisasikan ke masyarakat untuk tidak menelan semua berita mentah mentah, tetapi kita bisa menyaring berita tersebut terlebih dahulu dan mencaritau kebenarannya terlebih dahulu.

5. Kita sebagai umat islam bisa mensosialisasikan kepada masyarakat tentang ajaran agama kita yang sebenarnya dan menjelaskan bahwa oknum (yang dianggap sebagai bagian dari umat Islam tersebut) adalah salah, karena dia melenceng dari ajaran agama islam yang seharusnya.

Sekian yang bisa saya sampaikan dalam tulisan kali ini. Pembahasan kali ini sangat sensitif karena berkaitan dengan agama. Saya pribadi memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam penulisan, semoga dapat dimengerti dengan baik dan tidak ada kesalah pahaman, Terimakasih😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malaikat yang tuhan kirimkan untuk ku

Belajar untuk saling memahami

Kudeta