Belajar untuk saling memahami
Mari kita belajar dengan tujuan untuk saling memahami tentang keagamaan lainnya, agar dapat mewujudkan toleransi antar umat beragama
Masuknya agama kristen
katolik ke Nusantara memiliki catatan tersendiri dalam sejarah Indonesia. Fase
masuk dan berkembangnya ajaran Kristiani di Nusantara terjadi seiring dengan
dimulainya periode kolonialisme dan imperialisme bangsa-bangsa Eropa. Dikutip
dari buku Sedjarah Geredja di Indonesia (1966) karya Th. Muller Kruger, ajaran
Kristen mulai memasuki wilayah Nusantara pada abad ke-16 Masehi. Saat itu,
agama Islam sedang berkembang pesat seiring era Hindu-Buddha yang kian meredup.
Yang membawa ajaran
Kristen Katolik ke Nusantara adalah bangsa Portugis. Mereka berlayar dengan
tujuan mencari rempah-rempah. Orang-orang Portugis ini mengusung misi 3G yaitu
gold (kekayaan), glory (kejayaan), dan gospel (agama), dalam penjelajahan ke
dunia baru. Salah satu tujuan pelayaran Portugis adalah Kepulauan Maluku yang
memang menjadi surga rempah-rempah, komoditas yang amat laku dan mahal di
Eropa. Kedatangan Portugis di Maluku diterima di Maluku, termasuk oleh
Kesultanan Ternate. Bahkan, Portugis diizinkan membangun benteng yang berfungsi
sebagai pangkalan militer, pedagang, dan pusat agama di wilayah Ternate yang
terletak di Maluku Utara.
Menurut tulisan Usman
Nomay berjudul "Portugis dan Misi Kristenisasi di Ternate” dalam jurnal
Fikrah (Volume 2, Juni 2014), bangsa Portugis mengusung misi Jesuit. Di mana
saja dan kapan saja serta tanah mana yang mereka datangi dan tempati,
pengabaran injil adalah sebuah pesan suci yang perlu dilaksanakan. dwadawdawdDengan
demikian, orang Portugis berusaha dengan cara dan metode yang bermacam-macam
untuk mengajak orang Maluku, baik yang sudah beragama Islam maupun yang masih
menganut paham animisme dan dinamisme, untuk mengimani ajaran Kristen.
Salah satu misionaris awal Kristen Katolik asal Portugis di Maluku adalah Simon Vaz. Dikutip dari Kepulauan Rempah-rempah (2016) karya M. Adnan Amal, Simon Vaz adalah orang yang mengkristenkan sejumlah bangsawan Ternate, termasuk Tabariji yang sempat menjadi Sultan Ternate pada 1533-1534. Pada 1536, Simon Vaz tewas terbunuh. Setelah itu, hadir Antonio Golvao, seorang tokoh militer Portugis, yang kemudian membuka sekolah Kristen Katolik di Ternate. Penyebaran ajaran Kristen Katolik juga dilakukan di banyak wilayah Maluku lainnya, juga kemudian ke kawasan Timor, hingga akhirnya Portugis berhasil diusir dari Kepulauan Nusantara pada 1575.
Ibadah Minggu
Ibadah hari Minggu ini
semacam kewajiban orang Kristen. Biasanya mereka pergi ke gereja. Tidak harus
di gedung gereja, bisa di balai pertemuan, di ruang terbuka, pinggir jalan atau
di rumah. Warga GKI Yasmin sampai sekarang malahan masih sering ibadah di depan
istana. Berapa banyak minimal pesertanya? Nggak ada batasan begitu. Dua atau
tiga orang sudah cukup. Inti ibadah hari minggu adalah persekutuan dengan
orang-orang seiman. Jadi jumlah bukan masalah. Di Negara kita ini, ibadah
begini masih jadi masalah, karena dalam otak orang atau aparat pemerintah atau
penegak hukum ibadah hari Minggu ya harus di gereja. Kalau di rumah, itu
melanggar aturan hukum. Karena rumah dianggap bukan sebagai tempat ibadah.
Logika begini sering jadi alasan untuk membubarkan ibadah di rumah.
Satu catatan penting, bagi orang Kristen, gereja itu
bukan semata gedung saja. Kata “Gereja” sendiri diambil dari bahasa portugis
“Igreja”, kata ini berasal dari bahasa Yunani “Eklesia” yang bisa diartikan
sekumpulan orang-orang yang dipanggil keluar. Poinnya ada pada “sekumpulan
orang”. Jadi gereja itu bukan objek, tapi subjek yang jamak.
Sakramen
Orang Kristen secara umum
mengakui dua sakramen yakni baptis dan perjamuan kudus (Kalau tetangga sebelah
a.k.a Katolik, ada 7 sakramen). Sakramen ini semacam perjanjian antara manusia
dengan Tuhan.
Baptis itu menandakan
bahwa seseorang itu akan menjadi pengikut Yesus, biasanya dilakukan ketika
masih bayi. Setelah dewasa, maka si bayi akan ikut katekisasi kemudian sidi.
Katekisasi ini semacam pengenalan lebih dalam tentang Kristen supaya makin
mantap mengikut Yesus. Sedangkan sidi ini semacam deklarasi di depan jemaat,
bahwa seseorang sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan menerima doktrin gereja.
Soal baptis ini ada
banyak mahzab yang berbeda-beda. Ada yang memberlakukan baptis pada saat sudah
dewasa, ada yang pakai baptis hanya dengan percikan air, ada pula baptis selam
di kolam. Tapi nggak masalah apapun itu, intinya baptis adalah tanda orang
mengikuti Yesus.
Sakramen
kedua adalah perjamuan kudus. Ini yang biasanya dinanti-nanti oleh remaja
tanggung yang sudah sidi, karena saat itu mereka bisa minum anggur merah cap
orang tua. Selain anggur, di sakramen ini orang juga dapat sepotong roti. Amer jadi
simbol darah Yesus dan roti simbol tubuh Yesus. Apakah ini pertanda orang
Kristen itu kanibal, karena minum darah dan daging Yesus? Nggak begitu juga
sih. Itu cuma simbol “mendarah daging” Yesus dalam orang Kristen. Apakah ini
jadi alasan orang Kristen suka minum anggur mabu-mabuan? Nggak juga,
mabu-mabuan adalah hak segala bangsa. Tidak mengenal agama. Sakramen perjamuan
kudus mengikuti warisan perjamuan terakhir yang dilakukan Yesus dan
murid-muridnya. Kalian mesti akrab dengan sakramen ini karena diabadikan lewat
lukisan “Perjamuan terakhir” karya Leonardo Davinci.
PA, PD, dan PS
PA = Persekutuan Alkitab
PD = Persekutuan Doa
PS = Paduan Suara
Tiga kegiatan itu adalah
hal yang lazim ada di setiap gereja Kristen. Kegiatan ini beberapa kali menjadi
masalah karena kesalahpahaman “ibadah di rumah”. PA dan PD ini mungkin nggak
jauh beda dengan pengajian, kenduren, tahlilan, yasinan dalam agama Islam. Bisa
dilaksanakan di mana dan kapan saja. Biasa di rumah jemaat dan selain hari
Minggu.
Tidak perlu khawatir
dengan PA dan PD. Itu hanya untuk internal saja. Kalau ada suara nyanyian
mereka terdengar sedikit di rumah tetangga, tolong abaikan. Itu sama halnya,
orang Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu mengabaikan azan. Mengabaikan
sudah cukup, beraktivitas saja seperti biasa.
Khusus PS, ini hanya
latihan menyanyi. Supaya apa? Minimal, kalau sedang ibadah di rumah dan harus
menyanyi, suara mereka tidak fals dan bikin kuping tetangga jadi sakit. Ini
barangkali hanya semacam latihan kasidahan atau rebana di pesantren. Semakin
merdu di telinga, tentu tidak akan ada protes yang berujung pidana.
Sekolah Minggu
sejak bayi orang Kristen
itu memang sudah sekolah minggu. Sekolah minggu ini tidak seperti sekolah atau
pondok pesantren. Ini lebih mirip kelas mendengarkan dongeng dan nyanyi-nyanyi.
Memang ada guru yang mengajar, tapi tidak mengajari membaca atau menulis. Pada
guru sekolah minggu pada umumnya bercerita tentang tokoh-tokoh di Alkitab,
lebih banyak tentang Yesus.
Hal-hal yang diajarkan di
sekolah minggu adalah urusan moral, menjadi anak yang baik, berbuat baik pada
teman, pada orang tua, tidak berbohong, tidak nakal. Kenapa begitu? Karena Yesus
sudah lebih dulu baik pada manusia. Cukup sampai di situ. Tidak sampai menakuti
anak-anak tentang komik siksa neraka. Sekolah minggu ini juga tidak ada
ujiannya. Hanya kegiatan rutin mingguan saja, terus begitu sampai seorang anak
dewasa dan sidi. Setelah itu mereka tidak perlu lagi ikut sekolah minggu, dan
sudah bisa ikut ibadah minggu pada umumnya.
Hukum Kasih
Agama Kristen itu
mengenal hukum kasih. Tentu ini bukan formal seperti KUHP, bukan pula hukum
agama yang bisa dijadikan hukum formal seperti syariah. Hukum kasih ini urusan
moral, singkat dan padat. Begini bunyinya :
“Kasihilah Tuhan, Allahmu
dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua yang sama
dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Apakah
hukum ini bisa dijadikan hukum formal misalnya jadi Perda Injili? Mungkin saja,
tapi buat apa? Supaya kita bisa mengulangi kesalahan sejarah zaman dark age?
Karena itu jika ada orang
Kristen bersikeras membikin perda injili di Indonesia, saya sarankan kalian
menampar pipinya. Jika ia membalas, maka sejatinya mereka bukan orang Kristen.
Karena orang Kristen sejati, jika pipi kanannya ditampar, mereka akan memberi
pipi kirinya untuk ditampar juga.
sumber : (https://mojok.co/krs/esai/panduan-memahami-agama-kristen-untuk-orang-islam/ ) (https://tirto.id/sejarah-proses-masuknya-agama-kristen-katolik-ke-indonesia-f9yM)
Komentar
Posting Komentar