Kudeta

 

Hallo semuanya, pada kesempatan kali ini saya ingin membahas tentang suatu hal yang sedang hangat hangatnya diperbincangkan. Hal tersebut baru baru ini terjadi sehingga menjadi perbincangan banyak orang, kita akan membahas tentang kudeta.

Sebelum kita lebih lanjut membahas tersebut alangkah lebih baiknya kita memahami apa arti kudeta tersebut. Kudeta adalah perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa. Sementara mengudeta adalah melakukan perebutan kekuasaan dengan paksa dan tidak secara sah.

Kudeta berasal dari bahasa Prancis "Coup d'etat" atau "coup". Sementara dikutip dari Merriam Webster dictionary, "Coup d'etat" adalah penggulingan atau pengubahan pemerintahan yang ada oleh sekelompok kecil dengan kekerasan. Sedangkan dari laman Britannica.com menjelaskan bahwa kudeta adalah penggulingan pemerintahan yang ada secara tiba-tiba dan dengan kekerasan oleh sekelompok kecil.



Prasyarat utama kudeta adalah kendali atas semua atau sebagian angkatan bersenjata, polisi, dan elemen militer lainnya.Tidak seperti revolusi, yang biasanya dicapai oleh sejumlah besar orang untuk perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang mendasar, kudeta adalah pergantian kekuasaan dari atas yang hanya menghasilkan pergantian pejabat pemerintah. Kudeta jarang mengubah kebijakan sosial dan ekonomi fundamental suatu negara, juga tidak secara signifikan mendistribusikan kembali kekuasaan di antara kelompok politik yang bersaing.

Apasih penyebab terjadinya kudeta?

Berikut ini adalah hal hal yang dapat memicu terjadinya kudeta di suatu negara.

Penindasan pada rakyat, lemahnya pemimpin, hukum yang berpihak, kolusi serta nepotisme yang kentara, kekerasan pada media, keluhan terhadap kinerja pejabat, keluhan terhadap kinerja organisasi militer, popularitas kekuatan militer di negara tersebut, kekompakan sikap pihak militer, kemunduran ekonomi pada negara tersebut, krisis politik dalam negeri, pengaruh buruk dari kudeta yang sedang terjadi di wilayah lain, ancaman dari pihak luar, ikut serta dalam suatu perang, persekongkolan dengan kekuatan militer dari luar ngera tersebut, doktrin di dalam keamanan nasional militer, budaya politik para pejabat dan pihak yang memiliki kewenangan dalam pemerintahan, lembaga di negara tersebut yang tidak inklusif, warisan dari zaman penjajah, perkembangan ekonomi, kegiatan ekspor yang tidak terdiversifikasi, susunan golongan pejabat, ukuran militer, kekuatan masyarakat sipil, legitimasi rezim dan kudeta masa lalu.

Tipe tipe kudeta

Kudeta terbagi menjadi 3 jenis yaitu

1. Kudeta Sempalan (The breakthrough coup) merupakan kudeta yang dilakukan oleh kelompok bersenjata yang terdiri dari militer atau tentara yang tidak puas dengan kebijakan pemerintahan yang sedang berkuasa saat itu. Kemudian, mereka melakukan Gerakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintah tradisional. Yang akhirnya akan menciptakan Elit birokrasi yang baru.

2. Kudeta Wali (The guardian coup) adalah kudeta yang dilakukan sekelompok pihak yang akan mengumumkan mereka sebagai perwalian dalam rangka meningkatkan ketertiban umum, efisiensi, dan mengakhiri korupsi. Para pemimpin kudeta akan menggambarkan Tindakan mereka hanyalah Tindakan sementara dan akan menyesuaikan dengan kebutuhan. Pada umumnya, kudeta wali sering dilakukan dengan cara mengubah bentuk pemerintahan sipil menjadi bentuk pemerintahan militer.

3. Kudeta Veto (The veto coup) yaitu kudeta yang dilakukan melalui partisipasi dan mobilisasi sosial dari sekelompok massa atau rakyat dengan melakukan penekanan berskala besar yang berbasis luas pada oposisi sipil.

Dampak kudeta

Berikut adalah dampak dampak yang bisa ditimbulkan  apabila terjadi suatu kudeta

1. Kegagalan dalam kudeta

2. Tidak adanya perubahan pada pemerintahan, seperti ketika pemimpin diganti secara ilegal dari kekuasaannya tanpa mengubah identitas kelompok yang berkuasa atau aturan pemerintahan

3. Penggantian kediktatoran pemegang jabatan dengan yang lainnya

4. Penggulingan kediktatoran diikuti oleh demokratisasi (atau bisa disebut juga sebagai kudeta demokratis)

5. Represi dan kudeta balasan. Dalam beberapa kasus terjadi kudeta balasan oleh pihak militer yang takut mereka akan menjadi korban kekerasan atau pembunuhan massal berikutnya. Untuk mencegah dampak kudeta balasan ini biasanya pemerintah menggunakan pemecatan pejabat terkemuka dan menggantikan mereka dengan loyalis. Salah satu contohnya kudeta balasan adalah kudeta balasan Sudan 1971.

6. Respons internasional cenderung bereaksi negatif terhadap kudeta, terutama kudeta terhadap demokrasi, kudeta setelah Perang Dingin, dan kudeta di negara-negara bagian yang sangat terintegrasi ke dalam organisasi internasional.

Teknik teknik kudeta

1. Kerahasiaan agenda, tidak hanya berlaku vis-à-vis terhadap kalangan luar, tetapi juga vis-à-vis terhadap konspirator lainnya merupakan senjata pertama junta, tanpa persiapan yang terbaik maka kudeta dipastikan akan gagal.

a. Terjadi dalam Kapp Putsch di Berlin pada tahun 1920 karena kurang matangnya kebijakan dari Jenderal von Luttwitz, komandan operasi, yang pada tanggal 10 Maret memberikan ultimatum kepada para pemimpin sosialis untuk melarikan diri dalam waktu 48 jam sebelum terjadinya kudeta militer yang diumumkan pada malam 12-13 Maret 1920.

b. Ketika mempersiapkan pemberontakan 8 November 1942 di Aljazair (yang memungkinkan keberhasilan Operasi Obor), pemimpin muda dari Kelompok Aksi Aljazair, José Aboulker, menolak untuk memberikan nama-nama pemimpin kelompok dua hari sebelum tindakan kudeta kepada Henri d'Astier de la Vigerie, kepala konspirasi untuk Afrika Utara, meskipun ia termasuk dalam kelompok perencana kudeta dan ketika Patriot mulai beraksi malah terjadi kejutan dengan munculnya tidak kurang dari 400 warga sipil bersenjata berikut perwira pasukan cadangannya yang kemudian berhasil menetralisir Korps Angkatan Darat Vichy Aljazair, dan pemerintahan Vichy Prancis dengan leluasa dapat dibebaskan setelah beberapa jam dan kembali ke kota, kemudian dapat menguasai kembali dan menangkap para pelaku kudeta pada saat malam pendaratan di pantai.

2. Teknik dasar kudeta, merupakan sebuah operasi untuk menduduki organ-organ sentral sebuah negara, termasuk melakukan penetralan kekuasaan dengan menduduki tempat-tempat simbolis kekuasaan pemimpin negara.

3. Pengambilan alihan kekuasaan, selain menduduki organ-organ sentral oleh para pelaku kudeta, juga disertai dengan pemberhentian para penjabat pemerintahan atau para pemegang kekuasaan negara, karena jika hal ini tidak terlaksana, maka akan terjadi perlawanan terhadap gerakan kudeta tersebut dan kudeta tersebut kemungkinan besar akan gagal.

Menurutku agar tidak tejadi kudeta para pemimpin dan rakyatnya harus memiliki komunikasi yang baik, seperti para pemimpin mendengarkan keluh kesah para rakyatnya dan menbantu para rakyatnya agar mendapatkan kehidupan yang berkecukupan, dan para rakyatnya juga harus melaksanakan segala peraturan yang telah dibuat oleh pemerintah selama hal tersebut untuk kebaikan bersama, dengan demikian dapat terwujud hubungan yang baik antara pemimpin dan rakyatnya.

Mungkin sekian yang dapat saya sampaikan, apabila terdapat kesalahan saya pribadi mohon maaf semoga dapat menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita semua, terimakasih telah membaca:)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malaikat yang tuhan kirimkan untuk ku

Belajar untuk saling memahami