Negara yang Memiliki Keanekaragaman Nilai Nilai

 

PLURALISME

Tidak hanya menyebabkan konflik karena adanya dominasi dan diskriminasi, hubungan antar kelompok sosial juga bisa memunculkan budaya baru. Salah satunya adalah pluralisme. Dilansir dari buku Kamus Sosiologi (2012) karya Agung Tri Haryanto dan Eko Sujatmiko, pluralisme adalah kondisi masyarakat yang majemuk (berkaitan dengan sistem sosial dan politiknya).

Secara luas, pluralisme merupakan paham yang menghargai adanya perbedaan dalam suatu masyarakat dan memperbolehkan kelompok yang berbeda tersebut untuk tetap menjaga keunikan budayanya masing-masing. Selain itu, dalam konsep pluralisme, kelompok-kelompok yang berbeda memiliki kedudukan yang sama. Tidak ada yang mendominasi maupun menguasai antar kelompok.

Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai etnis dan ras. Oleh sebab itu, pluralisme diterapkan agar masyarakat saling menghargai satu sama lain dan untuk meminimalisir terjadinya konflik di dalam masyarakat. Etnis, suku, dan ras yang ada di Indonesia memiliki kedudukan hukum yang sama dan tidak ada pembedaan. Contohnya masyarakat Jawa menganut sistem patrilineal dan masyarakat Minangkabau menganut sistem matrilineal. Tidak ada pembedaan dari kedua sistem tersebut, masing-masing masyarakat saling menghargai kedua sistem tersebut. Maka inti dan dasar pluralisme adalah kesediaan rakyat Indonesia untuk hidup bersama.

Macam-Macam Pluralisme

1. Pluralisme Agama

Negara Indonesia adalah negara yang memiliki banyak kepercayaan atau agama yang dianut, mayoritas warganya adalah beragama islam. Meski demikian warga Indonesia bisa hidup saling berdampingan baik yang memeluk agama islam ataupun yang non islam, meskipun terkadang ada saja oknum yang mengadudomba. Agama yang di anut di Indonesia yaitu, Islam, Kristen, Khatolik, Hindu, Budha, Konghucu.

2. Pluralisme Pengetahuan

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan hal tersebut tentu dapat menimbulkan pemahaman yang berbeda dari setiap orang yang menuntut ilmu, tentu daya tangkap dan pengertian setiap orang berbeda beda walaupun belajar dari satu sumber yang sama. Pertumbuhan dalam ilmu pengetahuan ini yang menunjukkan hak-hak individu untuk memutuskan kebenaran yang bersifat universal untuk masing-masing individu.

3. Pluralisme Sosial

Pluralisme sosial atau keberagaman sosial adalah bidang yang terdiri atas budaya, adat, suku, ras serta etnik. Indonesia sebagai suatu bangsa yang memiliki lebih dari 700 kelompok etnik serta 1.340 suku, tentunya kita harus saling menghormati satu sama lain dan perlu adanya toleransi agar dapat hidup bersama dan berdampingan sebagai warga negara Indonesia.

4. Pluralisme Budaya

Indonesia adalah negara yang memiliki beraneka ragam budaya, hal tersebut adalah suatu kebanggan tersediri yang harus kita jaga dan kita lestarikan, karena sebagai ciri khas negara kita yang sudah ada sejak dahulu kala. Pemicu dari adanya konflik budaya yang terjadi pada masyarakat merupakan adanya rasa persaingan serta adanya sikap primordialisme serta egosentrisme yang mana menjadikan masyarakatnya menganggap jika entis yang mereka peluk merupakan etnik yang paling baik.

MULTIKULTURALISME

Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri atas banyak struktur kebudayaan. Disebabkan banyaknya suku bangsa yang mempunyai struktur budaya sendiri, yang berbeda dengan budaya suku bangsa lain. Pada hakikatnya, konsep masyarakat multikultural adalah masyarakat yang mempunyai banyak suku bangsa dan budaya dengan beragam adat istiadat. Dalam kerangka hidup bersama berdampingan satu sama lain yang sederajat dan saling berinterseksi dalam suatu tatanan kesatuan sosial politik.

1. Multikuluralisme Isolasionis

Multikulturalisme ini mengacu kepada masyarakat yang dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi satu sama lain.

2. Multikulturalisme Akomodatif

Masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan.

3. Multikulturalisme Otonomis

kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.

4. Multikulturalisme Kritikal

yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka.

5. Multikulturalisme Kosmopolitan

berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.

Dampak Dari Pluralisme

1. Dampak Positif

a. Adanya perbedaan di masyarakat dapat memberikan ruang bagi individu agar bisa berkembang, dengan bisa menentukan pilihan, cara dan tujuan hidupnya sendiri.

b. Masyarakat dapat saling menghargai karena bangsa kita memang memiliki keanekaragaman nilai-nilai yang tentunya memiliki perbedaan. Dengan kita saling menghargai tentu kita dapat hidup berdampingan satu sama lain tanpa adanya konflik, atau paling tidak bisa menghidari dari terjadinya konflik.

2. Dampak Negatif

a. Rentan terhadap konflik, karena adanya perbedaan nilai dari segi budaya atau agama. Karena perbedaan tersebut yang paling sering memicu gesekan sosial yang dapat menibulkan konflik.

b. Munculnya sikap ekstrim dan fanatis terhadap kebudayaan, etnis, golongan atau agamanya masing – masih dalam upaya untuk melindungi diri dari benturan perbedaan yang bertubi-tubi.

c. Munculnya sifat etnosentrisme, yaitu sikap meremehkan kebudayaan dan masyarakat lain.

Bagaimana Sikap Kita Sebagai Warga Negara Indonesia Dalam Menghadapi Banyaknya Perbedaan, Baik Dalam Segi Kebudayaan, Ras, Agama,Suku dll.

Tentu sudah seharusnya kita saling menghormati, adanya rasa toleransi, menghargai, dan adanya rasa nasionalisme di setiap masing masing warga negara. Karena kita harus bangga karena negara kita memiliki keanekaragaman nilai nilai yang berbeda, hal tersebut adalah ciri khas negara kita yang seharusnya di lestarikan dan dikembangan dan saya rasa tidak perlu di perdebatkan budaya mana yang lebih bagus atau agama apa yang paling benar, karena hal tersebut saya rasa tidak perlu diperdebatkan, hal tersebut merupkan hak masing masing individu ingin memeluk agama apapun itu kita harus menghargai pilihan mereka, karena negara menjamin hak kebebasan setiap warganya.

Karena teknologi semakin canggih dan informasi dapat tersebar luas dengan cepat ada baiknya kita mencari sumber informasi yang kita dapatkan terlebih dahulu dan kita pastikan kebenarannya, karena jika kita termakan oleh berita bohong atau hoax, itu akan berdampak sangat besar. Bisa jadi karena suatu berita bohong dapat menimbulkan peperangan antar suku yang sangat merugikan. Yang seharusnya kita hidup rukun dan saling berdampingan sebagai sesama warga negar Indonesia jadi terpecah belah karena berita bohong.





 

 

Mengutip dari : (https://www.kompas.com/), (https://www.yuksinau.id/), (https://dosensosiologi.com/), (http://andrianokt.blogspot.com/), (https://dannytugas.wordpress.com/)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Malaikat yang tuhan kirimkan untuk ku

Belajar untuk saling memahami

Kudeta