Minoritas yang tumbuh di Ibukota
Halo teman teman, pada kesempatan kali ini kita akan
membahas tema tentang “Minoritas”.
Apa sih Minoritas itu? minoritas
adalah kelompok yang jumlah pengikutnya lebih sedikit dibandingkan kelompok
lain. Minoritas yang aku bahas kali ini adalah tentang suku, apa itu suku?
Suku merupakan
suatu golongan manusia yang mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya
berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama dengan merujuk kepada ciri khas
misalnya: budaya, bahasa, agama dan perilaku.
Nah aku kali ini akan mewawancarai teman ku yang
kebetulan dari keluarga yang mempunyai garis keturunan china. Nah aku yakin
kalian sudah pada tau tentang kejadian 1998, pada saat itu semua yang memiliki
garis keturunan china dibantai, dibunuh, dirampok dan sebagainya.
Temanku ini bernama
Hanzel, dia tinggal di Jakarta, yaitu Jakarta Barat. Dia tumbuh di lingkungan
pribumi sejak kecil.
Aku bertanya kepada dia apakah
pernah ada orang lain yang memperlakukan beda atau dibeda bedakan? Dia menjawab,
ngga pernah dibeda-bedakan karena dia tumbuh dilingkungan pribumi, kemudian di
lingkungannya tidak ada suku yang dominan.
Kemudian aku bertanya, apakah
ada rasa khawatir, seperti takut terulang lagi kejadian 1998 yang mana pada
saat itu orang yang memiliki keturunan China dibantai dengan cara membabi buta,
kemudian dia menjawab “tidak juga sih, soalnya aku merasa aman aja di daerah
rumah ku, orangnya pada punya rasa toleransi tinggi, terus juga sekarang sudah
ada HAM”.
Kemudian saya bertanya “bagaimana
pendapat kamu tentang orang yang bercanda tentang suku” lalu dia menjawab “kalau
bercanda si gak masalah, nah dia juga pernah dibilang China kan pelit, kalau
seperti itu bagi dia gak masalah tetapi kalau seperti “bacot lu China” yang
seperti itu dia tidak suka dan kesal. Jadi menurut dia tak apa bercanda tapi
harus tetap tau batasnya,
Kemudian, bagaimana
pandangan kamu tentang mayoritas? Kemudia dia menjawab “Klau mayoritas itu
biasanya lebih berani bersuara daripada yang minoritas, seperti demo
dimana-mana mereka berani karena mereka mayoritas”.
Karena negara kita itu
luas dan memiliki banyak perbedaan baik suku, agama, ras, budaya, dan antar
golongan. Hal ini dapat digunakan untuk memecah belahkan negara kita, yang kita
perlukan adalah rasa toleransi agar dapat mewujudkan kedamaian, karena kita
sesama manusia memiliki hak kebebasan untuk hidup tanpa harus dibeda-bedakan.
Dan negara kita memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika, jadi kita sudah seharusnya
saling menghormati satu sama lain.
Dimanapun kita berada dimana pun kita beranjak kita harus
saling menghormati, menghargai, tidak mengucilkanya, tidak berlaku semena-mena,
dll. Kenapa menghargai? karena jika kita tidak menghargai orang lain,apakah
kita akan dihargai?TIDAK. Hikmahnya adalah jika kita ingin dihargai maka kita
juga harus menghargai orang lain. Dari pengalaman saudara nizar dalam menjadi
kaum minoritas, bahwasaanya meskipun siapapun anda jika menjadi kaum minoritas
jangan mempunyai firasat kamu berbeda, maka kamu tidak akan baik maka kita
harus saling menghormati tidak peduli meskipun memili perbedaan antara satu
sama lain.
Mungkin sekian yang bisa
saya sampaikan, apabila ada kesalahan saya memohon maaf, tujuan saya membuat
tulisan ini untuk bisa saling memahami antar sesama, baik yang mayoritas maupun
yang minoritas. Dengan kita mempelajari tentang suku, agama, budaya yang
lainnya dan mendapatkan ilmu tentang hal tersebut diharapkan kita dapat
memahami apa yang mereka rasakan.
Komentar
Posting Komentar